Samarinda, 3 Maret 2026 – Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, menyelenggarakan kegiatan Insight Session dengan tema “Teknik Efektif dan Sistematis dalam Pencarian Literatur Ilmiah dan Pengelolaan Referensi Digital.” Acara ini menghadirkan Prof. Dr.oec.troph. Ir. Krishna Purnawan Candra, M.S sebagai narasumber utama dan dipandu oleh MC Bapak Taufikkilah Romadhon, S.TP., M.Si. Dalam pemaparannya, Prof. Krishna menekankan pentingnya strategi pencarian literatur ilmiah yang sistematis serta pemanfaatan perangkat digital untuk mendukung penulisan karya ilmiah yang kredibel dan efisien.

Kegiatan ini juga memberikan penjelasan praktis mengenai berbagai platform pendukung penelitian, seperti Mendeley untuk manajemen referensi, DOAJ (Directory of Open Access Journals) sebagai sumber jurnal terbuka, Scopus sebagai basis data internasional bereputasi, serta aplikasi berbasis kecerdasan buatan seperti Scispace dan Paperpal yang membantu peneliti dalam memahami, menyusun, dan menyunting karya ilmiah. Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya pemanfaatan SINTA (Science and Technology Index) dan GARUDA (Garba Rujukan Digital) sebagai portal nasional yang mendukung visibilitas publikasi ilmiah di Indonesia.
Suasana seminar berlangsung interaktif dengan penyerahan sertifikat kepada peserta dan narasumber sebagai bentuk apresiasi. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi tanya jawab, khususnya terkait cara mengakses jurnal internasional, mengintegrasikan Mendeley dalam penulisan skripsi, serta memanfaatkan Scispace, Paperpal, SINTA, dan GARUDA untuk meningkatkan kualitas naskah. Diskusi ini memperlihatkan komitmen kuat civitas akademika dalam menguasai keterampilan literasi digital dan publikasi ilmiah.
Dengan terselenggaranya Insight Session ini, Universitas Mulawarman menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang teknologi hasil pertanian, sekaligus mendorong terciptanya karya ilmiah yang berkualitas, kredibel, dan berdaya saing internasional.

