Samarinda, 20 Agustus 2025-Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman menggelar rangkaian kegiatan Workhsop dan foccus Group Discussion (FGD) Kurikulum Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan Workshop Kurikulum yang diadakan oleh Fakultas Pertanian yang bertema, “Transformasi Kurikulum OBE yang Berdampak untuk Pertanian Tropika Lembab Kalimantan, Menghasilkan Lulusan Kompeten, Adaptif, dan Berdaya Saing”.
Kegiatan ini menghadirkan Bapak Addion Nizori, S.TP., M.Sc., Ph.D. Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jambi. Para stakeholder baik dari akademisi, mahasiswa, alumni, dan mitra DUDI. Bertindak sebagai moderator dalam kegiatan ini adalah Ibu Dr. Aswita Emmawati, S.TP., M.Si.

Berdasarkan proses penyampaian materi, diskusi, dan FGD, diperoleh beberapa temuan penting sebagai berikut:
- Kurikulum harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), KKNI, dan Standar Profesi PATPI
Dalam pembahasan disepakati bahwa kurikulum harus berbasis kebijakan terbaru, termasuk Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023. Hal ini memastikan bahwa profil lulusan, capaian pembelajaran (CPL), dan struktur mata kuliah dapat selaras dengan kebijakan yang diterapkan. Selain itu, standar Profesi PATPI juga dijadikan referensi untuk merumuskan kompetensi inti lulusan agar selaras dengan identitas profesi Teknologi Pangan.


2. Implementasi Outcome-Based Education (OBE) sebagai fondasi kurikulum
Hasil diskusi menegaskan bahwa penyusunan kurikulum harus berorientasi pada capaian pembelajaran (outcomes), bukan sekadar struktur mata kuliah. Pendekatan backward design disepakati sebagai metode penyusunan, di mana profil luluan diturunkan ke dalam CPL, kemudian diturunkan menjadi CPMK dan kemudian ke bentuk pembelajaran di RPS. Penilaian juga harus terukur dan berbasis performance evidence, bukan hanya penilaian teori. Dengan demikian, implementasi OBE menjadi bagian penting dalam menjamin mutu pembelajaran.

3. Integrasi PIP Universitas Mulawarman: Tropika Lembab dan Lingkungannya
Pembahasan FGD menghasilkan kesepakatan bahwa karakteristik tropika lembab sebagai ciri khas universitas harus diintegrasikan dalam komponen kurikulum, baik dalam bentuk mata kuliah inti, penelitian tugas akhir, maupun proyek berbasis kasus lapangan. Identitas ini diharapkan menjadi keunggulan kompetitif lulusan dan mendukung pengembangan pangan lokal Kalimantan dan Indonesia secara umum.
4. Penguatan aspek keterampilan praktik, industry exposure, dan pembelajaran berbasis proyek
Stakeholder industri memberikan masukan bahwa mahasiswa perlu memiliki keterampilan praktis, kemampuan bekerja dengan alat industri pangan, serta kompetensi komunikasi profesional. Oleh karena itu, peningkatan bobot mata kuliah praktikum, magang terstruktur, project-based learning, serta integrasi pengalaman MBKM menjadi rekomendasi utama. Penekanan pada praktik juga dimaksudkan untuk menjembatani kebutuhan industri yang mengharapkan lulusan siap kerja.

5. Penguatan soft skills dan etika kerja
Masukan dari industri menekankan perlunya peningkatan kompetensi karakter seperti etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, inisiatif, kemampuan bekerja dalam tim, serta kemampuan presentasi dan komunikasi ilmiah. Kompetensi ini kemudian menjadi bagian dalam pengembangan CPL dan indikator penilaian dalam mata kuliah, termasuk kegiatan magang dan tugas akhir.
Perbaikan kurikulum sifatnya adalah meninjau ulang kurikulum yang telah dilakukan berdasarkan masukan atau kebutuhan, tidak harus bersifat baru.
Kurikulum 2025 dapat di download di link berikut : Kurikulum 2025
